Friday, July 31, 2015

Kemarin ada audit ISO 9001 dikantor, berhubung saya yang menjadi "Management Representative"-nya, maka lumayan sibuk juga seharian. Syukurlah hasilnya cukup bagus, jadi hari ini saya agak leluasa waktunya dan coba update blog musik lagi :-)
Sebagai "cerpen' dari penulis blogger :-) malam hari kalau masih sempat, saya sedang melatih menggunakan "sus-cord" yang suaranya "klop" bgt kalau dipakai sebagai penutup sebuah lagu ;-)

Ok, kali ini saya akan menjelaskan lagi mengenai latihan jari2 tangan untuk permainan keyboard/piano bagi pemula.


Coba untuk latihan jari2 tangan secara terpisah antara tangan kiri dan kanan. Mulailah berlatih dengan tangan kanan dahulu. Saya biasanya memainkan nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do dengan tangan kanan dengan tempo yang sama secara berulang-ulang. Agar tangga nada dapat dimainkan tanpa ada jeda, sebagai trik-nya saya menekan menggunakan nomor jari 1-2-3-1-2-3-4-5 (perhatikan penomoran jari2 pada gambar diatas), lalu untuk memainkan nada do-si-la-sol-fa-mi-re-do, gunakan nomor jari 5-4-3-2-1-3-2-1. Latih gerakan ini sampai lancar, jangan terlalu cepat dan selalu dengan tempo yang sama.

Thursday, July 9, 2015

Wah, sudah lama juga ya saya tidak update blog ini, maklum ada beberapa hal yang membuat saya sibuk akhir-akhir ini. Juga ada masalah dengan Casio Ctk 7000 saya. Pada awalnya hanya satu tut saja yang suaranya keras ketika ditekan sehingga tidak sesuai dengan kuatnya tekanan jari ke tut, lama-lama beberapa tuts yang lain juga jadi demikian (4 tuts), ketika ditekan langsung bersuara maksimum. Grrrrrrr.... :-(  kesel banget rasanya, baru dipakai kira-kira beberapa bulan sudah ada masalah keyboard ini. Memang untuk memainkan lagu2 biasa dengan volume sedang, masih bisa digunakan Ctk 7000 ini, tapi berhubung saya seringnya main lagu instrumental-slow dengan banyak variasi, volume suara yg tiba2 besar pada salah satu not akan menjadi gangguan/storing. Mau ngak mau nanti harus di servis keyboard ini, tapi sementara mau latihan musik pakai apa ya? Mungkin saya akan menggunakan Roland GW7 dulu.
Sekarang ini saya sedang latihan chord "minor7" yang mempunyai suara lebih "lembut" didengar dibandingkan chord "minor" biasa dan ini benar-benar membuat urutan "chords progression" menjadi lebih indah terdengarnya :-) Cukup intermeso-nya, lalu apa tema latihan keyboard kita kali ini?
Ok, saya hanya menjelaskan mengenai pengaturan suara yang baik pada saat kita memainkan musik. Mainkan keyboard/piano selalu dengan volume suara yang bervariasi dan suara bas (tangan kiri) sebaiknya selalu lebih kecil dari pada melodi (tangan kanan). Suara bas harus terdengar tapi hanya cukup terdengar saja tapi tidak sama atau bahkan lebih keras dari melodinya itu sendiri. Total suara permainan musik harus mengikuti tinggi rendah nada musiknya, artinya kekuatan penekanan tuts harus divariasi sesuai dengan lagunya agar terdengar lebih "nice". Itulah pentingnya "mood" ketika kita sedang memainkan musik. Perlu ada perasaan dan "feeling" yang  sesuai dengan permainan piano/keyboard itu sendiri :-)

<
Crescendo
A gradual increase in volume.
Can be extended under many notes to indicate that the volume steadily increases during the passage.
>
Diminuendo
Also decrescendo
A gradual decrease in volume. Can be extended in the same manner as crescendo.

Ketika dulu saya belajar main electone, saya hanya mengenal istilah "crescendo" (lama-lama menjadi keras) dan "decrescendo (lama-lama menjadi lembut), tapi tidak mengerti bahwa ini perlu diaplikasikan sepanjang memainkan musik, termasuk memperhatikan "tone" (suara) bas pada tangan kanan, yang "cukup" hanya terdengar saja. Dengan memperhatikan kaidah ini, suara alunan musik akan menjadi lebih "hidup" :-)

Friday, May 15, 2015

Hmm...ya, sebenarnya blog ini adalah tentang pelajaran musik, tapi kadang-kadang saya tuliskan beberapa "perasaan di hati" yang mempengaruhi penulisan blog, mohon maklum pada para pembaca.. Memang beberapa hari ini ada pikiran yang mengganggu saya, yaitu pikiran yang berhubungan dengan renovasi rumah kami, syukurlah akhirnya permasalahan selesai :-) Latihan musik jadi agak terganggu pada waktu itu, sedangkan sekarang saya sedang banyak fokus pada koordinasi L.H (Left Hand) dengan R.H (Right hand) dan ini adalah bagian yang cukup sulit menurut saya, karena perlu lebih banyak waktu untuk latihannya. Juga ada rencanya untuk menampilkan lagi beberapa video permainan keyboard menggunakan "Sound Interface" yang baru, tapi ini juga masih belum sempat. Untuk para pembaca blog saya, harap bersabar ya, nanti akan segera saya "upload" jika video-nya sudah selesai ;-)

Kali ini pembahasan hanya singkat saja, yaitu mengingatkan lagi tentang 4 jenis chords utama yang biasa digunakan pada lagu :


Untuk keterangannya dalam bahasa Inggris :
  • C-Dur    = C Major
  • C-Moll   = C Minor
  • C-ver    = C Diminished
  • C-erw   = C Augmented
Dengan mengembangkan keempat chords dasar ini, maka kita sebenarnya dapat memainkan berbagai macam chord tambahan, seperti C7, Cm7...dst.
Untuk pada awalnya, usahakan untuk dapat menguasai semua chords major dan minor dulu baru setelah itu versi "Diminished" ataupun "Augmented". Keterangan lebih lanjut mengenai pengembangan chord dasar akan saya jelaskan pada blog-blog berikutnya. 

Tuesday, May 5, 2015

Saya ingat lagi untuk menjelaskan tentang "Circle of Fifths" karena pengetahuan ini adalah salah satu syarat bagaimana seseorang dapat  menyusun chords dengan benar mengikuti irama lagu yang akan dimainkan.
Melihat dari  gambar "Circle of Fifths" diatas ini, dapat disimpulkan bahwa chords sebenarnya saling "bertetangga" dan chords dapat dimainkan mengikuti arah perputarannya (panah merah). Pada dasarnya berlawanan dengan jarum jam adalah banyak digunakan pada lagu pop atau pada musik jazz sedangkan searah arah jarum jam pada jenis musik lainnya. 
Banyak orang bisa bermain musik dengan membaca not, tapi ketika buku musiknya tidak ada, tidak bisa lagi memainkan musik/piano, hal ini disebabkan karena mereka hanya membaca not tanpa mengetahui hubungan antara chords itu sendiri. Disinilah perlunya pengertian tentang hubungan antara chord yang sangat jelas digambarkan pada "Circle of Fifths" ini. Jika diperhatikan sekali lagi gambar diatas, sebuah lagu dapat disusun dari chords C, G, D atau C, F, Bb dst, karenanya konsep ini perlu dimengerti oleh seseorang yang ingin bermain piano tanpa buku musik/membaca not.

Pada bagian diatas saya membahas tentang chords major, lalu bagaimana dengan chords minor? Sebenarnya hanya satu kata saja, jika kita bisa chords major, maka kita akan pasti bisa juga menguasai chords minor karena mereka berhubugan sangat erat, yaitu merupakan tingkat ke-6 dari chords major, contoh tingkat ke-6 dari C major adalah Am (minor).


Perlu diingant bahwa C major scale adalah c, d, e, f, g, a, b, c sedangkan untuk A major adalah a, b, c#, d, e, f#, g#, a (karena 3 kres).

Sorry, sekali lagi gambar diatas ini diambil dari buku musik bahasa Jerman, Dur = Major dan Moll = minor, H adalah B.
Jika dilihat dari gambar, C dapat dimainkan juga sebagai Am, G sebagai Em, F sebagai Dm...dst. Ini dapat kita coba sendiri pada saat bermain musik, dan kemungkinan besar akan terdengar "cocok" ditelinga kita. Dengan demikian kita dapat membuat variasi chords yang lengkap pada saat bermain musik sehingga tidak terdengar "monoton". Selanjutnya, lingkaran pada grup chords diatas menggambarkan chords yang berhubungan satu dengan yang lain didalam satu lingkaran tersebut. Pada lagu sederhana, sebuah grup dari chords tersebut saja sudah cukup untuk membuat iringan lagu menjadi enak didengar.

Thursday, April 30, 2015

Lumayan, besok libur 1 Mei, karena hari buruh internasional, jadi long weekend, bisa kumpul keluarga dan jalan-jalan :-) Semalam saya hanya sempat latihan piano sedikit saja karena seperti agak lelah beberapa hari ini, jadi lihat tuts piano saja sudah seperti sprei ranjang...

Pembahasan kita kali ini adalah mengenai orientasi pada tuts piano dan juga mengingatkan lagi mengenai beberapa chords umum yang sering digunakan pada lagu.
Pada saat kita duduk didepan piano/keyboard, tentunya kita akan bertanya-tanya posisi nada "C" itu dimana ya, sebagai acuan nada dasarnya :


Sebenarnya hanya ada 12 nada suara saja pada piano, yang lainnya adalah hanya berbeda pada oktaf-nya saja. Gambar diatas menujukkan posisi C-D-E-F-G-A-B-C dan panah kekiri adalah nada yang lebih rendah (turun 1 oktaf), panah kekanan adalah nada yang lebih tinggi (naik 1 oktaf). Maaf beberapa gambar saya ambil dari buku berbahasa Jerman, dan "B" ditulis biasanya sebagai "H"
Jadi tinggal kita fokus pada nada dasar di posisi itu saja, sudah cukup untuk memulai memainkan sebuah lagu.


Untuk mengingat ulang, gambar kotak biru diatas adalah menujukkan langkah nada yang mempunyai nilai "tone" sedangkan kotak merah adalah untuk langkah nada "semitone".

Sebenarnya semua chords major dan minor dasar sangat mudah ditentukan/dicari pada tuts piano ketika sedang bermain musik seperti yang saya ajarkan pada blog sebelumnya. Sebagai ringkasan, coba lihat lagi susunan chords dibawah ini :


Jika kita mainkan chord tersebut secara urut, maka akan terbentuk nada C-Dm-Em-F-G-Am-Bdim-C. Penulisan dengan huruf besar saja artinya adalah "major" sedangkan "m" kecil adalah "minor" (pada gambar diatas tidak dituliskan huruf "m" ini). Bdim sendiri artinya adalah B diminished dan chord ini agak jarang digunakan pada musik pop, sehingga fokus kita hanya sampai Am saja. Urutan chords ini nantinya akan disimbolkan dengan angka romawi I, II, III, IV, V, VI, (VII). Biasanya lagu akan menggunakan pola yang sama, seperti pola I-V-VI-IV yang sangat banyak sekali digunakan oleh lagu-lagu pop (mungkin lebih dari 50% lagu pop).

Thursday, April 23, 2015

Hari ini hati agak galau karena ada masalah mengenai rumah saya yang memang lagi dalam proses renovasi, belum lagi terasa ngantuk banget di kantor karena tadi pagi harus berangkat jam 04:30 dari rumah agar tidak kena macet dijalan. Yang dapat menghibur saya adalah ingat keluarga dirumah dan tentunya juga latihan musik :-) Terakhir ini saya coba untuk melatih "pola" gerakan tangan kiri mengikuti chords di tangan kanan, agar bisa menghasilkan alunan suara musik yang lengkap.

Kembali ke piano :-)
Sekarang saya akan menjelaskan dasar permainan tangan kiri yang biasa, pada not balok disebut sebagai "Bass Clef" di kunci F. Sebenarnya pola permainan "bass" di tangan kiri ini beragam yang juga sering disebut "L.H. pattern" ataupun "pola tangan kiri". Apakah irama musik menjadi membosankan karena menggunakan pola yang selalu sama ataupun menarik, tergantung dengan keahlian kita memainkan "bass" di tangan kiri.
Untuk permulaan, mari kita lihat not balok "bass" pada chords dasar dibawah ini :


Coba sekarang tekan masing-masing nada tersebut selama 4 ketukan menggunakan tangan kiri, jangan lupa bahwa kita mainkan not balok di kunci F dan bukan kunci G. Sesuai dengan posisi masing-masing "bass", di tangan kanan kita mainkan chords sesuai dengan "bass"-nya. Contoh : untuk "bass" A, mainkan di tangan kanan chord A major (saya kadang-kadang menyebutnya dengan mayor, ini adalah istilah di bahasa Indonesia, major = bahasa Inggris), lalu untuk "bass" C, mainkan chord C major di tangan  kanan, dst. Mainkan pola ini dengan ketukan yang sama, yaitu 4 ketukan untuk tangan kiri dan kanan. Jika rekan-rekan ada yang lupa posisi chord major-nya, dapat dilihat lagi pada catatan saya sebelumnya tentang pola 4-3. Sebagai catatan, "bass" A dan G pada gambar not balok diatas dimainkan dua kali tapi dengan perbedaan1 oktav lebih tinggi. 
Pada saat ditekan bersamaan, terasa suaranya menjadi lebih lengkap bukan? 

Friday, April 17, 2015

Mantap...sudah weekend, bentar lagi mau pulang, tapi sebelumnya saya akan update blog ini :-)

Sebenarnya salah satu bagian dari bermain piano yang baik adalah mengatur posisi jari diatas tuts dengan benar. Kita bisa saja dapat bermain sebuah lagu di piano tapi ketika orang melihat permainan kita, seperti tidak "rapih" permainan jarinya. Selain suara (besar-kecil), kecepatan lagu, posisi jari tangan diatas piano juga mempunyai peranan yang penting untuk dapat bermain piano/keyboard dengan baik. Maka, mari kita mulai melatih gerakan jari tangan diatas tuts dengan mengikuti pola gambar dibawah ini :


Coba mainkan not balok diatas menggunakan posisi jari yang sudah ditentukan untuk melatih gerakan jari-jari yang benar. Thumb = jempol, Index = telunjuk, Middle = jari tengah, Ring = jari manis dan Pinky = kelingking. R.H. = tangan kanan, L.H. = tangan kiri. Usahakan main dengan tempo yang sama pada setiap not-nya dan setelah lancar, tempo permainan boleh agak dipercepat sedikit.

Untuk berikutnya adalah melatih gerakan yang kita sudah pelajari diatas menggunakan not dengan nada do = G atau satu kres (#). Coba mainkan not balok dibawah ini menggunakan cara/pola yang sama seperti diatas :


Ingat pada do = G adalah satu kres (#) sehingga nada f akan naik 1/2 nada menjadi f# (fis), sehingga urutan satu oktafnya akan menjadi g, a, b, c, d, e, fis, g.