Wednesday, January 6, 2016


Merry Christmas 2015 and Happy New Year 2016 !

Di tahun 2016 ini saya berencana untuk melanjutkan belajar mengenai pemahaman teori musik, karena sudah hampir 3 bulan (Oktober ~ Desember 2015) saya hanya latihan "arrangement" lagu2 sederhana. Intinya adalah mencari chords + not sendiri dari lagu yang saya dengar dan memainkannya di piano. Karena pengetahunan tentang teori musik ini masih kurang, hasil lagunya-pun menurut saya masih belum optimal, jadi perlu pembelajaran lagi. Rencananya juga yang sudah pasti akan meng-upload beberapa video permainan musik saya sebagai referensi belajar musik melalui web ini.
Ok, lalu bagaimana dengan rencana anda dalam hubungannya dengan bermain musik di tahun 2016 ini? Cobalah latihan dengan teratur, jangan terlalu lama "pause" (seminggu atau lebih), tentukan target pembelajaran dengan jelas, pasti anda akan mengalami kemajuan dalam bermain musik :-)

Wednesday, December 23, 2015

Masih ingat tentang urutan chords C-Dm-Em-F-G-Am-Bdim-C pada catatan blog saya terdahulu ? Ya, ini adalah chord yang dimainkan berturut-turut dari C major chord sampai C major chord berikutnya (satu oktaf). Jika penamaanya dituliskan dengan huruf romawi I, II, III, IV, V, VI dan VII, maka dapat dilihat bahwa posisi II, III dan VI adalah minor chords sedangkan I, IV dan V adalah major chord, dimana VII adalah diminished chord. Ketentuan ini berlaku dari mana juga kita mulai menentukan chord awalnya. Contoh, jika kita main dengan do = G, maka urutan chord-nya akan : G-Am-Bm-C-D-Em (posisi VII saya abaikan dulu karena jarang digunakan pada musik pop). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini :
Urutan chords ini sepertinya perlu dihafal agar kita bisa menentukan chord dengan cepat apabila sedang mencoba mengiringi lagu tanpa membaca not angka/balok. Sebenarnya yang saya ingin katakan juga disini, bahwa jika kita sudah mengetahui nada dasar sebuah lagu, contohnya do = C, maka kita hanya perlu memainkan kombinasi chords C-Dm-Em-F-G-Am, dan ini tidak akan salah nadanya untuk lagu tersebut. Dengan prinsip yang saya sudah jelaskan diatas, proses menghafal urutan chords ini akan menjadi lebih mudah :-) 

Monday, December 7, 2015

Kali ini saya akan membahas tentang istilah-istilah yang ada di buku musik, khususnya musik yang dipakai untuk paduan suara (koor). Penjelasann ini saya kutip dari beberapa sumber, agar gaya bahasanya lebih bagus :-)

• Intro
Intro merupakan awal dari lagu, pengantar lagu untuk memulai sebuah lagu. Kebanyakan dari intro berupa instrumen yang not-notnya diambil dari bagian lagu tersebut. Secara garis besar, intro adalah pembukaan sebelum mulai lagu.
• Verse
Verse seringkali disebut dengan bait, terletak di awal pada lagu setelah intro dimainkan. Verse biasanya bercerita sekitar tema lagu, atau liriknya seperti digunakan untuk berbasa-basi atau juga untuk bercerita awal mulanya dari inti cerita lagu. Pola nadanya hampir sama, bahkan seringkali sama, hanya mengalami pergantian kata-kata.
Jadi, Verse/Bait merupakan titik awal penceritaan lagu.
• Bridge
Bridge,
seperti arti aslinya, adalah jembatan, fungsinya adalah sebagai jembatan dalam lagu, antara verse dengan chorus. Bridge umumnya dibutuhkan untuk lagu yang menggunakan chorus, dan jarang dijumpai untuk lagu yang menggunakan reff. Hal ini dikarenakan seringkali ditemukan jarak yang lebar antara verse dengan chorus sehingga diperlukan adanya jembatan, atau Bridge. Untuk sebagian kasus dimana songwriter menggunakan 2 chorus, bridge juga sangat diperlukan untuk membuat lagu lebih enak terdengar.
• Chorus/Reff
Chorus dan Reff sebenarnya berbeda, persamanannya hanyalah keduanya adalah inti pesan/inti cerita dari lagu. Banyak yang keduanya seringkali tertukar. Perbedaan Chorus dan Reff adalah:
Chorus merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu dalam sebuah lagu, biasanya statement atau misi utama lagu ada di bagian ini. Chorus memiliki nilai excitement yang lebih tinggi dari Verse. Melodi Chorus biasanya sudah merupakan pengembangan lebih lanjut dari Verse, yang mengandung lompatan klimaks.
Chorus menggunakan pola melodi yang berbeda dan lebih nyaman daripada verse, kord yang digunakan pun berbeda dengan verse.
Reff lebih sederhana daripada chorus, Reff/Reffrain yang bermakna pengulangan biasanya menggunakan bagian lain dari lagu (biasanya verse) untuk diulang di bagian ini. Notasi pengulangannya sama dan syairnyapun sama, namun tidak menutup kemungkinan syairnya sedikit dimodifikasi, hanya biasanya tak jauh dari reff yang pertama, atau istilah lainnya beda-beda tipis. Inilah yang seringkali tertukar, reff dianggap chorus dan demikian sebaliknya.
• Solo Instrument
Bagian ini merupakan bagian sang pemain instrument menunjukkan permainan instrumentnya tanpa diselingi oleh suara penyanyi. Jika ada suara penyanyipun paling cuman sebagai pengisi suara latar saja yang lebih mengedepankan permainan instrument musik.
• Interlude
Interlude itu bagian kosong pada lagu seperti layaknya ‘intro’ tp berada di tengah2 lagu. Interlude ini bagian yang menyambungkan Bait dengan Bait atau Bait dengan Chorus. Tidak terdapat syair dalam Interlude ini. Interlude hanya terdiri dari beberapa bar atau pola chord. Mungkin 4 bar, 6 bar atau 8 bar.
• Ending
Ending merupakan bagian lagu yang paling akhir. Biasanya berupa Fade Out* atau looping, ataupun lagu akan berhenti dibar terakhir.
* Fade out adalah ketika lagu berakhir dengan pelan-pelan dengan volume suara yang semakin mengecil hingga akhirnya suaranya hilang/tak terdengar.

Friday, December 4, 2015

Minggu ini ada beberapa suasana yang membuat hati saya mejadi "galau", tapi kembali saya harus ingat bahwa semua itu pasti ada "nilainya" yang bisa diambil untuk dapat membuat seseorang bisa menjadi lebih dewasa dalam hidup ini. Musik adalah salah satu sarana saya mengembalikan semangat dan kembali melihat kedepan untuk sesuatu yang lebih baik.
Kembali ke tema musik, sekarang ini saya sedang berusaha untuk menambah "koleksi" pola permainan tangan kiri ketika kita sedang bermain piano atau mengiringi seseorang yang bernyanyi. Sering dikatakan sebagai "Left Hand Patterns", pola ini sangat mempengaruhi "warna" dan "kualitas' dari suara musiknya.
Dibawah ini adalah contoh pola tangan kiri untuk memainkan lagu dengan ketukan 3/4.


Terus terang, saya sendiri masih agak pemula dalam menemukan pola yang cocok untuk tangan kiri ketika mencoba untuk "arrangement" sebuah lagu, kebanyakan dan mungkin yang paling mudah adalah menggunakan teknik "arpeggio" pada tangan kiri. Beberapa pola standar dapat didapatkan di internet dan digunakan pada saat kita bermain piano. Perhatikan sekali lagi bahwa pola yang digunakan harus sesuai dengan ketukan lagunya (3/4 atau 4/4 dst.).

Wednesday, November 11, 2015

"Correct Fingering" adalah menjadi salah satu bagian terpenting sehingga kita dapat bermain piano/keyboard dengan benar. Sebenarnya ini yang sering menjadi kendala, kenapa ada lagu-lagu yang sulit dimainkan di piano, sedangkan orang lain dapat memainkan lagu ini sepertinya dengan mudah saja. Kunci-nya terletak pada posisi jari-jari yang benar diatas tuts piano, atau sering disebut juga "correct fingering". Ya..ternyata kita sebenarnya tidak boleh menggunakan jari apa saja untuk menekan tuts piano, tapi posisi semua jari harus terkoordinasi dengan benar sehingga permainan piano menjadi jauh lebih mudah dan gerakan jari-jari juga menjadi indah diatas tuts piano :-)

Sebagai ilustrasi, dapat dilihat keterangan dibawah ini :

Perhatikan lagi posisi penomoran pada jari-jari diatas. Sebagai contoh, jika kita sedang bermain di kunci "C major scale", maka posisi awal jari yang paling baik adalah kelingking pada tangan kiri di tut c (bawah) dan jempol pada tangan kanan di tut c (atas)

Sebagai pedoman, dapat dilihat tabel penomoran jari diatas ini. Grup tabel pertama adalah untuk jari-jari pada tangan kanan dan yang kedua adalah untuk jari-jari tangan kiri. 
Coba latih ini pada semua "major scales" dan terapkan pada saat kita bermain piano.
Menurut saya, gerakan jari-jari yang benar diatas tuts piano/keyboard adalah bagian keindahan dari permainan piano :-)

Friday, October 16, 2015

Tema pembahasan hari ini adalah mengenai posisi tangan yang bagus ketika kita bermain piano/keyboard. Posisi tangan yang nyaman diatas piano adalah hal yang cukup penting ketika kita sedang bermain piano. Posisi tangan yang tidak baik dapat mengurangi kemampuan kita dalam bermain piano. Jika posisi tangan/jari-jari tidak sesuai maka kita akan sulit menekan tuts dengan cepat dan benar secara efektif. Performa permainan akan menurun, nada suaranya juga akan kurang bagus akibat dari tekanan tuts yang tidak beraturan serta kemungkinan untuk menekan tuts yang salah adalah besar. Masalah lain yang mungkin timbul adalah juga terjadinya "kram" pada tangan atau jari-jari. Jika ini sering terjadi, tentunya kita akan semakin jarang latihan dan ini akan sangat disayangkan, karena tanpa latihan rutin, tidak mungkin seseorang dapat menjadi pemain piano/keyboard yang bagus.
Ketika kita menempatkan kedua tangan diatas tuts, posisikan jari-jari agak sedikit melengkung sepanjang waktu, karena dengan posisi demikian, ada beberapa hal yang dapat diuntungkan :
  • tangan menjadi tidak cepat lelah
  • kemungkinan terjadinya "kram" kecil
  • kita dapat dengan mudah dan cepat menekan tuts yang benar (putih atau hitam).
Ada ide yang sangat bagus agar kita dapat men-"visualisasi" posisi/bentuk tangan diatas tuts, yaitu dengan menggenggam bola tenis (atau bola yang mirip). Genggamlah bola tenis ini pada masing-masing tangan, seperti inilah seharusnya posisi/bentuk tangan diatas tuts piano ketika kita sedang memainkan musik (tentu saja tanpa bola tenis-nya). Sebagai referensi dapat dilihat gambar dibawah ini, bagaimana tangan kita menggenggam bola tenis.



Dulu saya sendiri kadang-kadang mengalami "kram" kecil, tapi sekarang dengan posisi tangan yang lebih baik, ini dapat dihindari. Selain itu juga mengenai penekanan tuts yang benar, seharusnya tuts itu adalah tidak "dipukul" dengan jari-jari melainkan biarkan berat jari-jari itu "jatuh" sendiri keatas tuts dengan sedikit diberi tekanan. Untuk ini memang perlu latihan tapi nanti akan terasa hasilnya dengan nada suara piano yang lebih terkontrol dan lebih "hidup" :-)

Wednesday, October 14, 2015

Waaah....lagi sibuk banget nih di kantor, gara-gara ada masalah di produksi, sampai-sampai hari ini harus masuk kerja, sedangkan ini kan sebenarnya tanggal merah (libur). Ya, apa boleh buat deh, tapi karena agak sepi di office, jadi bisa update blog ini lagi :-) Sekedar cerita, sekarang saya latihan musik menggunakan digital piano Casio CDP-130 dan mulai terasa pegal-pegal jari tangannya kalau sudah main sekitar 30 menit-an. Ya ini memang yang dimaksud, perlu latihan menggunakan digital piano agar otot jari-jari tangan terbiasa dengan semua jenis tuts. Kalau biasa hanya main di keyboard, pasti akan memerlukan penyesuaian dulu jika main di piano, tapi sebaliknya tidak, karena memang tuts piano (atau digital piano) lebih berat dari tuts keyboard. Sekarang latihan musik menjadi lebih bersemangat lagi :-)
Gambar dibawah ini adalah ilustrasi dari berat tuts piano digital yang menyerupai piano akustik sugguhan :
Mengenai kualitas suaranya, khusus untuk tone "Grand Piano" lebih bagus dibandingkan dengan Casio CTK-7000, sedangkan untuk suara yang lain kira-kira sama. Jika saya bandingkan lagi dengan Yamaha Arius YDP-142, memang suara dari digital piano Yamaha masih lebih bagus (lebih mirip ke suara piano akustik), terutama pada nada tengah-nya dibandingkan dengan Casio CDP-130 ini.

Ok, kali ini saya akan mengulang lagi pembahasan mengenai "minor chords" yang memang suaranya terdengar lebih "sedih" dibandingkan dengan "major chords". Beberapa "minor chords" yang sering digunakan, saya tampilkan lagi pada gambar dibawah ini.


Untuk lagu-lagu yang bertema agak sedih, seringkali "minor chords" ini digunakan menggantikan "major chords" ataupun dapat dilakukan kombinasi untuk keduanya. Coba untuk melakukan ini dan gunakan "Circle of Fifths" sebagai referensinya, lalu dengarkan perbedaannya.