Wednesday, November 11, 2015

"Correct Fingering" adalah menjadi salah satu bagian terpenting sehingga kita dapat bermain piano/keyboard dengan benar. Sebenarnya ini yang sering menjadi kendala, kenapa ada lagu-lagu yang sulit dimainkan di piano, sedangkan orang lain dapat memainkan lagu ini sepertinya dengan mudah saja. Kunci-nya terletak pada posisi jari-jari yang benar diatas tuts piano, atau sering disebut juga "correct fingering". Ya..ternyata kita sebenarnya tidak boleh menggunakan jari apa saja untuk menekan tuts piano, tapi posisi semua jari harus terkoordinasi dengan benar sehingga permainan piano menjadi jauh lebih mudah dan gerakan jari-jari juga menjadi indah diatas tuts piano :-)

Sebagai ilustrasi, dapat dilihat keterangan dibawah ini :

Perhatikan lagi posisi penomoran pada jari-jari diatas. Sebagai contoh, jika kita sedang bermain di kunci "C major scale", maka posisi awal jari yang paling baik adalah kelingking pada tangan kiri di tut c (bawah) dan jempol pada tangan kanan di tut c (atas)

Sebagai pedoman, dapat dilihat tabel penomoran jari diatas ini. Grup tabel pertama adalah untuk jari-jari pada tangan kanan dan yang kedua adalah untuk jari-jari tangan kiri. 
Coba latih ini pada semua "major scales" dan terapkan pada saat kita bermain piano.
Menurut saya, gerakan jari-jari yang benar diatas tuts piano/keyboard adalah bagian keindahan dari permainan piano :-)

Friday, October 16, 2015

Tema pembahasan hari ini adalah mengenai posisi tangan yang bagus ketika kita bermain piano/keyboard. Posisi tangan yang nyaman diatas piano adalah hal yang cukup penting ketika kita sedang bermain piano. Posisi tangan yang tidak baik dapat mengurangi kemampuan kita dalam bermain piano. Jika posisi tangan/jari-jari tidak sesuai maka kita akan sulit menekan tuts dengan cepat dan benar secara efektif. Performa permainan akan menurun, nada suaranya juga akan kurang bagus akibat dari tekanan tuts yang tidak beraturan serta kemungkinan untuk menekan tuts yang salah adalah besar. Masalah lain yang mungkin timbul adalah juga terjadinya "kram" pada tangan atau jari-jari. Jika ini sering terjadi, tentunya kita akan semakin jarang latihan dan ini akan sangat disayangkan, karena tanpa latihan rutin, tidak mungkin seseorang dapat menjadi pemain piano/keyboard yang bagus.
Ketika kita menempatkan kedua tangan diatas tuts, posisikan jari-jari agak sedikit melengkung sepanjang waktu, karena dengan posisi demikian, ada beberapa hal yang dapat diuntungkan :
  • tangan menjadi tidak cepat lelah
  • kemungkinan terjadinya "kram" kecil
  • kita dapat dengan mudah dan cepat menekan tuts yang benar (putih atau hitam).
Ada ide yang sangat bagus agar kita dapat men-"visualisasi" posisi/bentuk tangan diatas tuts, yaitu dengan menggenggam bola tenis (atau bola yang mirip). Genggamlah bola tenis ini pada masing-masing tangan, seperti inilah seharusnya posisi/bentuk tangan diatas tuts piano ketika kita sedang memainkan musik (tentu saja tanpa bola tenis-nya). Sebagai referensi dapat dilihat gambar dibawah ini, bagaimana tangan kita menggenggam bola tenis.



Dulu saya sendiri kadang-kadang mengalami "kram" kecil, tapi sekarang dengan posisi tangan yang lebih baik, ini dapat dihindari. Selain itu juga mengenai penekanan tuts yang benar, seharusnya tuts itu adalah tidak "dipukul" dengan jari-jari melainkan biarkan berat jari-jari itu "jatuh" sendiri keatas tuts dengan sedikit diberi tekanan. Untuk ini memang perlu latihan tapi nanti akan terasa hasilnya dengan nada suara piano yang lebih terkontrol dan lebih "hidup" :-)

Wednesday, October 14, 2015

Waaah....lagi sibuk banget nih di kantor, gara-gara ada masalah di produksi, sampai-sampai hari ini harus masuk kerja, sedangkan ini kan sebenarnya tanggal merah (libur). Ya, apa boleh buat deh, tapi karena agak sepi di office, jadi bisa update blog ini lagi :-) Sekedar cerita, sekarang saya latihan musik menggunakan digital piano Casio CDP-130 dan mulai terasa pegal-pegal jari tangannya kalau sudah main sekitar 30 menit-an. Ya ini memang yang dimaksud, perlu latihan menggunakan digital piano agar otot jari-jari tangan terbiasa dengan semua jenis tuts. Kalau biasa hanya main di keyboard, pasti akan memerlukan penyesuaian dulu jika main di piano, tapi sebaliknya tidak, karena memang tuts piano (atau digital piano) lebih berat dari tuts keyboard. Sekarang latihan musik menjadi lebih bersemangat lagi :-)
Gambar dibawah ini adalah ilustrasi dari berat tuts piano digital yang menyerupai piano akustik sugguhan :
Mengenai kualitas suaranya, khusus untuk tone "Grand Piano" lebih bagus dibandingkan dengan Casio CTK-7000, sedangkan untuk suara yang lain kira-kira sama. Jika saya bandingkan lagi dengan Yamaha Arius YDP-142, memang suara dari digital piano Yamaha masih lebih bagus (lebih mirip ke suara piano akustik), terutama pada nada tengah-nya dibandingkan dengan Casio CDP-130 ini.

Ok, kali ini saya akan mengulang lagi pembahasan mengenai "minor chords" yang memang suaranya terdengar lebih "sedih" dibandingkan dengan "major chords". Beberapa "minor chords" yang sering digunakan, saya tampilkan lagi pada gambar dibawah ini.


Untuk lagu-lagu yang bertema agak sedih, seringkali "minor chords" ini digunakan menggantikan "major chords" ataupun dapat dilakukan kombinasi untuk keduanya. Coba untuk melakukan ini dan gunakan "Circle of Fifths" sebagai referensinya, lalu dengarkan perbedaannya.

Wednesday, September 30, 2015

Hari ini saya akan menjelaskan sedikit pentingnya kita mempelajari teori tentang musik. Mungkin ada orang yang beranggapan bahwa belajar musik bisa langsung saja dengan mendengar sebuah lagu dan langsung memainkannya di keyboard. Apakah ini mungkin? Ya, sebenarnya ini mungkin saja, terutama bagi orang-orang yang mempunyai kepekaan tinggi terhadap suara musik/nada (punya kelebihan/talenta), jadi apa gunanya kita belajar teori musik? Menurut saya, langsung bisa main hanya dengan mendengar (play by ear) itu adalah kemampuan yang luar biasa dari seseorang, tapi tanpa menguasai teori musik, tingkat permainan musik seseorang tidak dapat dikembangkan lagi sehingga hanya terbatas sampai di level itu saja.


Tanpa pengetahuan tentang teori musik, seseorang juga akan sangat sulit untuk mengajarkan cara bermain musik yang benar kepada orang yang lain. Penguasaan teori tentang musik menurut saya tetap yang utama agar seseorang dapat bermain musik dengan "benar". Ingat bahwa kita dapat mengerti tentang "pitch", "rhythm", "melody" dan "harmony" hanya melalui teori musik.

Wednesday, September 23, 2015

Latihan tanpa membaca not biasanya saya lakukan dengan menggunakan "Chord Progression". Tapi apakah "Chord Progression" itu? Mari saya jelaskan sedikit mengenai ini. "Chord Progression" pada dasarnya dapat digambarkan sebagai urutan dari chords yang berubah dan dimainkan sehingga menghasilkan irama musik. Jika kita mendengarkan sebuah lagu, maka kita juga sebenarnya dapat menebak "pola" dari urutan chords lagu tersebut yang merupakan "Chord Progression"-nya. Sebagai catatan, untuk dapat lebih mengerti tentang tema ini, maka perlu tahu dulu tentang chords dasar (major, minor...dst) yang pernah saya bahas pada blog terdahulu. Berikut di bawah ini saya ingatkan lagi mengenai urutan chords yang dilambangkan dengan huruf romawi.
Seperti dijelaskan terdahulu, I, IV dan V adalah major, sedangkan II, III dan VI adalah minor (VII sering disebut "diminished chord" dan jarang digunakan).

Beberapa contoh "Progression" yang dapat dimainkan adalah :

1-4-5 (I-IV-V)
1-3-4-5 (I-III-IV-V)
1-2-5-1 (I-II-V-I)
1-4-2-5-1 (I-IV-II-V-I)
1-6-2-5-1 (I-VI-II-V-I)
1-3-6-2-5-1 (I-III-VI-II-V-I)

Posisi jari di tuts pada masing-masing chord dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Ada lagu yang hanya memainkan 1-4-5 atau 1-5-4 untuk keseluruhan nadanya, ada juga yang lebih. Dalam berlatih saat ini, biasanya saya hanya menggunakan maksimal 4 jenis chords, agar lebih mudah dalam pembelajarannya. Coba rekan-rekan melatih dengan kunci C dulu (do=C) dan 3 chords. Dengan "music feeling" yang bagus, "Progression" ini sudah dapat menghasilkan irama yang bagus :-)

Tuesday, September 22, 2015

Akhir-akhir ini saya sedang melatih chord baru untuk variasi dari "Major Chord", tapi akhirnya menjadi lumayan juga waktu yang diperlukan mengingat saya perlu juga melatih "first inversion" and "second inversion" yang baru. Chord baru tersebut adalah "Major 2nd Chords", tapi ini agak terlalu jauh kalau saya bahas sekarang disini.. Mengingat lagi ketika tempo hari main musik di acara ulang tahun, saya memang seringnya latihan menggunakan keyboard biasa menggunakan tone digital piano sehingga berat tuts-nya tidak mencerminkan piano akustik. Mengingat Yamaha Arius YDP-142-nya yang menggunakan GHS tuts (seperti pada piano akustik sungguhan) ada di rumah sedangkan saya lebih sering latihan musik di kos, kesempatan latihan menggunakan digital piano ini jadi agak jarang. Alhasil pada saat saya main di piano dengan tuts yang lebih berat dari tuts keyboard, seringkali suaranya menjadi lebih kecil dan jari-jari juga terasa lebih cepat pegal :-( Hmm...lalu saya coba cari-cari digital piano portable yg harganya "bersahabat" dan akhirnya saya putuskan menggunakan Casio CDP-130 sebagai digital piano untuk latihan di kos. Oh ya, sebelumnya saya sudah berhasil menjual Casio CTK 7000 ke saudara dengan harga yang "bersahabat" juga, hitung-hitung untuk menambah dana pembelian Casio CDP-130 ini :-)

Dibawah ini adalah keterangan mengenai performance-nya :


Btw, digital piano ini masih dalam pemesanan, mudah-mudahan barangnya bisa sampai tanpa ada masalah :-) Sorry, kali ini saya tidak membahas tentang pelajaran musik, nanti di blog berikutnya ya..

Thursday, August 27, 2015

Sibuk lagi dengan customer audit tanggal 20-21 Agustus 2015 tempo hari, jadi update blog agak jarang :-/ Syukur ini sudah selesai, tinggal tunggu hasilnya di bulan depan dan mudah-mudahan ngak ada masalah ;-)
Sudah lama saya tidak main piano di depan umum, tapi tempo hari ada acara ulang tahun di tempat keponakan, dan mereka punya Yamaha Clavinova seri CVP, maka saya ijin untuk "mencicipi" Clavinova ini. Wauuuw, suaranya memang mantap banget, diatas seri YDP. Maklum harganya juga sekitar 5 kali-nya seri YDP...


Memang secara keseluruhan lagunya menjadi lebih merdu, sedangkan kalau saya latihan menggunakan keyboard (sekarang : Roland GW7), sepertinya biasa-biasa saja. Kesimpulannya, jenis digital piano yang digunakan akan sangat mempengaruhi performance permainan piano kita :-)

Di blog hari ini saya akan coba menjelaskan pentingnya penguasaan "scale" pada permainan keyboard/piano.


Tabel diatas adalah contoh dari "Major Scales" yang biasa digunakan pada musik. "Scale" sendiri adalah merupakan bagian penting dari musik dan penguasaan "scale" sangat penting dalam bermain musik. Dengan mengetahui "scale" pada setiap nada, maka kita dapat melakukan "transpose" (menaikkan atau menurunkan) nada sesuai dengan keinginan kita. Bagi rekan-rekan pemula, coba untuk melatih semua "scales" tangga nada "C", lalu "F", Bb...dst. Juga untuk yang menggunakan kres (#). Biasanya ini saya latih dengan mengikuti aturan "Circle of Fifths", berputar melawan arah jarum jam.