Wednesday, September 23, 2015

Latihan tanpa membaca not biasanya saya lakukan dengan menggunakan "Chord Progression". Tapi apakah "Chord Progression" itu? Mari saya jelaskan sedikit mengenai ini. "Chord Progression" pada dasarnya dapat digambarkan sebagai urutan dari chords yang berubah dan dimainkan sehingga menghasilkan irama musik. Jika kita mendengarkan sebuah lagu, maka kita juga sebenarnya dapat menebak "pola" dari urutan chords lagu tersebut yang merupakan "Chord Progression"-nya. Sebagai catatan, untuk dapat lebih mengerti tentang tema ini, maka perlu tahu dulu tentang chords dasar (major, minor...dst) yang pernah saya bahas pada blog terdahulu. Berikut di bawah ini saya ingatkan lagi mengenai urutan chords yang dilambangkan dengan huruf romawi.
Seperti dijelaskan terdahulu, I, IV dan V adalah major, sedangkan II, III dan VI adalah minor (VII sering disebut "diminished chord" dan jarang digunakan).

Beberapa contoh "Progression" yang dapat dimainkan adalah :

1-4-5 (I-IV-V)
1-3-4-5 (I-III-IV-V)
1-2-5-1 (I-II-V-I)
1-4-2-5-1 (I-IV-II-V-I)
1-6-2-5-1 (I-VI-II-V-I)
1-3-6-2-5-1 (I-III-VI-II-V-I)

Posisi jari di tuts pada masing-masing chord dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Ada lagu yang hanya memainkan 1-4-5 atau 1-5-4 untuk keseluruhan nadanya, ada juga yang lebih. Dalam berlatih saat ini, biasanya saya hanya menggunakan maksimal 4 jenis chords, agar lebih mudah dalam pembelajarannya. Coba rekan-rekan melatih dengan kunci C dulu (do=C) dan 3 chords. Dengan "music feeling" yang bagus, "Progression" ini sudah dapat menghasilkan irama yang bagus :-)

Tuesday, September 22, 2015

Akhir-akhir ini saya sedang melatih chord baru untuk variasi dari "Major Chord", tapi akhirnya menjadi lumayan juga waktu yang diperlukan mengingat saya perlu juga melatih "first inversion" and "second inversion" yang baru. Chord baru tersebut adalah "Major 2nd Chords", tapi ini agak terlalu jauh kalau saya bahas sekarang disini.. Mengingat lagi ketika tempo hari main musik di acara ulang tahun, saya memang seringnya latihan menggunakan keyboard biasa menggunakan tone digital piano sehingga berat tuts-nya tidak mencerminkan piano akustik. Mengingat Yamaha Arius YDP-142-nya yang menggunakan GHS tuts (seperti pada piano akustik sungguhan) ada di rumah sedangkan saya lebih sering latihan musik di kos, kesempatan latihan menggunakan digital piano ini jadi agak jarang. Alhasil pada saat saya main di piano dengan tuts yang lebih berat dari tuts keyboard, seringkali suaranya menjadi lebih kecil dan jari-jari juga terasa lebih cepat pegal :-( Hmm...lalu saya coba cari-cari digital piano portable yg harganya "bersahabat" dan akhirnya saya putuskan menggunakan Casio CDP-130 sebagai digital piano untuk latihan di kos. Oh ya, sebelumnya saya sudah berhasil menjual Casio CTK 7000 ke saudara dengan harga yang "bersahabat" juga, hitung-hitung untuk menambah dana pembelian Casio CDP-130 ini :-)

Dibawah ini adalah keterangan mengenai performance-nya :


Btw, digital piano ini masih dalam pemesanan, mudah-mudahan barangnya bisa sampai tanpa ada masalah :-) Sorry, kali ini saya tidak membahas tentang pelajaran musik, nanti di blog berikutnya ya..

Thursday, August 27, 2015

Sibuk lagi dengan customer audit tanggal 20-21 Agustus 2015 tempo hari, jadi update blog agak jarang :-/ Syukur ini sudah selesai, tinggal tunggu hasilnya di bulan depan dan mudah-mudahan ngak ada masalah ;-)
Sudah lama saya tidak main piano di depan umum, tapi tempo hari ada acara ulang tahun di tempat keponakan, dan mereka punya Yamaha Clavinova seri CVP, maka saya ijin untuk "mencicipi" Clavinova ini. Wauuuw, suaranya memang mantap banget, diatas seri YDP. Maklum harganya juga sekitar 5 kali-nya seri YDP...


Memang secara keseluruhan lagunya menjadi lebih merdu, sedangkan kalau saya latihan menggunakan keyboard (sekarang : Roland GW7), sepertinya biasa-biasa saja. Kesimpulannya, jenis digital piano yang digunakan akan sangat mempengaruhi performance permainan piano kita :-)

Di blog hari ini saya akan coba menjelaskan pentingnya penguasaan "scale" pada permainan keyboard/piano.


Tabel diatas adalah contoh dari "Major Scales" yang biasa digunakan pada musik. "Scale" sendiri adalah merupakan bagian penting dari musik dan penguasaan "scale" sangat penting dalam bermain musik. Dengan mengetahui "scale" pada setiap nada, maka kita dapat melakukan "transpose" (menaikkan atau menurunkan) nada sesuai dengan keinginan kita. Bagi rekan-rekan pemula, coba untuk melatih semua "scales" tangga nada "C", lalu "F", Bb...dst. Juga untuk yang menggunakan kres (#). Biasanya ini saya latih dengan mengikuti aturan "Circle of Fifths", berputar melawan arah jarum jam.

Friday, July 31, 2015

Kemarin ada audit ISO 9001 dikantor, berhubung saya yang menjadi "Management Representative"-nya, maka lumayan sibuk juga seharian. Syukurlah hasilnya cukup bagus, jadi hari ini saya agak leluasa waktunya dan coba update blog musik lagi :-)
Sebagai "cerpen' dari penulis blogger :-) malam hari kalau masih sempat, saya sedang melatih menggunakan "sus-cord" yang suaranya "klop" bgt kalau dipakai sebagai penutup sebuah lagu ;-)

Ok, kali ini saya akan menjelaskan lagi mengenai latihan jari2 tangan untuk permainan keyboard/piano bagi pemula.


Coba untuk latihan jari2 tangan secara terpisah antara tangan kiri dan kanan. Mulailah berlatih dengan tangan kanan dahulu. Saya biasanya memainkan nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do dengan tangan kanan dengan tempo yang sama secara berulang-ulang. Agar tangga nada dapat dimainkan tanpa ada jeda, sebagai trik-nya saya menekan menggunakan nomor jari 1-2-3-1-2-3-4-5 (perhatikan penomoran jari2 pada gambar diatas), lalu untuk memainkan nada do-si-la-sol-fa-mi-re-do, gunakan nomor jari 5-4-3-2-1-3-2-1. Latih gerakan ini sampai lancar, jangan terlalu cepat dan selalu dengan tempo yang sama.

Thursday, July 9, 2015

Wah, sudah lama juga ya saya tidak update blog ini, maklum ada beberapa hal yang membuat saya sibuk akhir-akhir ini. Juga ada masalah dengan Casio Ctk 7000 saya. Pada awalnya hanya satu tut saja yang suaranya keras ketika ditekan sehingga tidak sesuai dengan kuatnya tekanan jari ke tut, lama-lama beberapa tuts yang lain juga jadi demikian (4 tuts), ketika ditekan langsung bersuara maksimum. Grrrrrrr.... :-(  kesel banget rasanya, baru dipakai kira-kira beberapa bulan sudah ada masalah keyboard ini. Memang untuk memainkan lagu2 biasa dengan volume sedang, masih bisa digunakan Ctk 7000 ini, tapi berhubung saya seringnya main lagu instrumental-slow dengan banyak variasi, volume suara yg tiba2 besar pada salah satu not akan menjadi gangguan/storing. Mau ngak mau nanti harus di servis keyboard ini, tapi sementara mau latihan musik pakai apa ya? Mungkin saya akan menggunakan Roland GW7 dulu.
Sekarang ini saya sedang latihan chord "minor7" yang mempunyai suara lebih "lembut" didengar dibandingkan chord "minor" biasa dan ini benar-benar membuat urutan "chords progression" menjadi lebih indah terdengarnya :-) Cukup intermeso-nya, lalu apa tema latihan keyboard kita kali ini?
Ok, saya hanya menjelaskan mengenai pengaturan suara yang baik pada saat kita memainkan musik. Mainkan keyboard/piano selalu dengan volume suara yang bervariasi dan suara bas (tangan kiri) sebaiknya selalu lebih kecil dari pada melodi (tangan kanan). Suara bas harus terdengar tapi hanya cukup terdengar saja tapi tidak sama atau bahkan lebih keras dari melodinya itu sendiri. Total suara permainan musik harus mengikuti tinggi rendah nada musiknya, artinya kekuatan penekanan tuts harus divariasi sesuai dengan lagunya agar terdengar lebih "nice". Itulah pentingnya "mood" ketika kita sedang memainkan musik. Perlu ada perasaan dan "feeling" yang  sesuai dengan permainan piano/keyboard itu sendiri :-)

<
Crescendo
A gradual increase in volume.
Can be extended under many notes to indicate that the volume steadily increases during the passage.
>
Diminuendo
Also decrescendo
A gradual decrease in volume. Can be extended in the same manner as crescendo.

Ketika dulu saya belajar main electone, saya hanya mengenal istilah "crescendo" (lama-lama menjadi keras) dan "decrescendo (lama-lama menjadi lembut), tapi tidak mengerti bahwa ini perlu diaplikasikan sepanjang memainkan musik, termasuk memperhatikan "tone" (suara) bas pada tangan kanan, yang "cukup" hanya terdengar saja. Dengan memperhatikan kaidah ini, suara alunan musik akan menjadi lebih "hidup" :-)

Friday, May 15, 2015

Hmm...ya, sebenarnya blog ini adalah tentang pelajaran musik, tapi kadang-kadang saya tuliskan beberapa "perasaan di hati" yang mempengaruhi penulisan blog, mohon maklum pada para pembaca.. Memang beberapa hari ini ada pikiran yang mengganggu saya, yaitu pikiran yang berhubungan dengan renovasi rumah kami, syukurlah akhirnya permasalahan selesai :-) Latihan musik jadi agak terganggu pada waktu itu, sedangkan sekarang saya sedang banyak fokus pada koordinasi L.H (Left Hand) dengan R.H (Right hand) dan ini adalah bagian yang cukup sulit menurut saya, karena perlu lebih banyak waktu untuk latihannya. Juga ada rencanya untuk menampilkan lagi beberapa video permainan keyboard menggunakan "Sound Interface" yang baru, tapi ini juga masih belum sempat. Untuk para pembaca blog saya, harap bersabar ya, nanti akan segera saya "upload" jika video-nya sudah selesai ;-)

Kali ini pembahasan hanya singkat saja, yaitu mengingatkan lagi tentang 4 jenis chords utama yang biasa digunakan pada lagu :


Untuk keterangannya dalam bahasa Inggris :
  • C-Dur    = C Major
  • C-Moll   = C Minor
  • C-ver    = C Diminished
  • C-erw   = C Augmented
Dengan mengembangkan keempat chords dasar ini, maka kita sebenarnya dapat memainkan berbagai macam chord tambahan, seperti C7, Cm7...dst.
Untuk pada awalnya, usahakan untuk dapat menguasai semua chords major dan minor dulu baru setelah itu versi "Diminished" ataupun "Augmented". Keterangan lebih lanjut mengenai pengembangan chord dasar akan saya jelaskan pada blog-blog berikutnya. 

Tuesday, May 5, 2015

Saya ingat lagi untuk menjelaskan tentang "Circle of Fifths" karena pengetahuan ini adalah salah satu syarat bagaimana seseorang dapat  menyusun chords dengan benar mengikuti irama lagu yang akan dimainkan.
Melihat dari  gambar "Circle of Fifths" diatas ini, dapat disimpulkan bahwa chords sebenarnya saling "bertetangga" dan chords dapat dimainkan mengikuti arah perputarannya (panah merah). Pada dasarnya berlawanan dengan jarum jam adalah banyak digunakan pada lagu pop atau pada musik jazz sedangkan searah arah jarum jam pada jenis musik lainnya. 
Banyak orang bisa bermain musik dengan membaca not, tapi ketika buku musiknya tidak ada, tidak bisa lagi memainkan musik/piano, hal ini disebabkan karena mereka hanya membaca not tanpa mengetahui hubungan antara chords itu sendiri. Disinilah perlunya pengertian tentang hubungan antara chord yang sangat jelas digambarkan pada "Circle of Fifths" ini. Jika diperhatikan sekali lagi gambar diatas, sebuah lagu dapat disusun dari chords C, G, D atau C, F, Bb dst, karenanya konsep ini perlu dimengerti oleh seseorang yang ingin bermain piano tanpa buku musik/membaca not.

Pada bagian diatas saya membahas tentang chords major, lalu bagaimana dengan chords minor? Sebenarnya hanya satu kata saja, jika kita bisa chords major, maka kita akan pasti bisa juga menguasai chords minor karena mereka berhubugan sangat erat, yaitu merupakan tingkat ke-6 dari chords major, contoh tingkat ke-6 dari C major adalah Am (minor).


Perlu diingant bahwa C major scale adalah c, d, e, f, g, a, b, c sedangkan untuk A major adalah a, b, c#, d, e, f#, g#, a (karena 3 kres).

Sorry, sekali lagi gambar diatas ini diambil dari buku musik bahasa Jerman, Dur = Major dan Moll = minor, H adalah B.
Jika dilihat dari gambar, C dapat dimainkan juga sebagai Am, G sebagai Em, F sebagai Dm...dst. Ini dapat kita coba sendiri pada saat bermain musik, dan kemungkinan besar akan terdengar "cocok" ditelinga kita. Dengan demikian kita dapat membuat variasi chords yang lengkap pada saat bermain musik sehingga tidak terdengar "monoton". Selanjutnya, lingkaran pada grup chords diatas menggambarkan chords yang berhubungan satu dengan yang lain didalam satu lingkaran tersebut. Pada lagu sederhana, sebuah grup dari chords tersebut saja sudah cukup untuk membuat iringan lagu menjadi enak didengar.