Sekarang chords pada lagu bisa dicari sendiri dan ini berarti sudah lengkap dengan "bas" ditangan kiri. Jikalau chords sudah tahu, ini saja sudah cukup untuk bisa mengiringi seseorang bernyanyi bukan? :-) Selanjutnya, melodi pada lagu yang umumnya mudah ditebak dan di "merge" dengan chord. Selanjutnya gunakan chords variasi diluar chords major, selesai deh. Jadi latihan musik tidak terbatas lagi oleh buku musik yang ada dengan not balok yang cukup rumit, dan kesalahan permainan bisa dijadikan bagian "improvisasi" dari lagu itu sendiri. Bagaimana bisa menguasai teknik ini dengan benar? Tentu yang utama kita harus juga menguasai teori musik, bukan asal tekan tuts keyboard/piano dan coba-coba tone yang cocok. Sediakan waktu yang cukup untuk belajar teori musik (juga melalui blog saya :-)) maka pasti permainan keyboard/piano anda akan mengalami banyak kemajuan dan tidak akan pernah bosan lagi untuk latihan.
Wednesday, August 24, 2016
Pembahasan kali ini berdasarkan pengalaman pribadi saya mengenai belajar musik. Apakah kadang-kadang kita bosan dengan latihan musik di keyboard/piano? Ya itu bisa saja dan ini terjadi pada saya "a long time ago" (dulu, tepatnya mungkin sekitar dua tahun yang lalu). Sekarang latihan musik merupakan bagian yang sangat menyenangkan karena saya sedikit-sedikit sudah mulai "terbebas" dari kegiatan membaca not dan menghafal sebuah lagu. Lalu apa yang beda antara dulu dan sekarang?
Sekarang chords pada lagu bisa dicari sendiri dan ini berarti sudah lengkap dengan "bas" ditangan kiri. Jikalau chords sudah tahu, ini saja sudah cukup untuk bisa mengiringi seseorang bernyanyi bukan? :-) Selanjutnya, melodi pada lagu yang umumnya mudah ditebak dan di "merge" dengan chord. Selanjutnya gunakan chords variasi diluar chords major, selesai deh. Jadi latihan musik tidak terbatas lagi oleh buku musik yang ada dengan not balok yang cukup rumit, dan kesalahan permainan bisa dijadikan bagian "improvisasi" dari lagu itu sendiri. Bagaimana bisa menguasai teknik ini dengan benar? Tentu yang utama kita harus juga menguasai teori musik, bukan asal tekan tuts keyboard/piano dan coba-coba tone yang cocok. Sediakan waktu yang cukup untuk belajar teori musik (juga melalui blog saya :-)) maka pasti permainan keyboard/piano anda akan mengalami banyak kemajuan dan tidak akan pernah bosan lagi untuk latihan.
Sekarang chords pada lagu bisa dicari sendiri dan ini berarti sudah lengkap dengan "bas" ditangan kiri. Jikalau chords sudah tahu, ini saja sudah cukup untuk bisa mengiringi seseorang bernyanyi bukan? :-) Selanjutnya, melodi pada lagu yang umumnya mudah ditebak dan di "merge" dengan chord. Selanjutnya gunakan chords variasi diluar chords major, selesai deh. Jadi latihan musik tidak terbatas lagi oleh buku musik yang ada dengan not balok yang cukup rumit, dan kesalahan permainan bisa dijadikan bagian "improvisasi" dari lagu itu sendiri. Bagaimana bisa menguasai teknik ini dengan benar? Tentu yang utama kita harus juga menguasai teori musik, bukan asal tekan tuts keyboard/piano dan coba-coba tone yang cocok. Sediakan waktu yang cukup untuk belajar teori musik (juga melalui blog saya :-)) maka pasti permainan keyboard/piano anda akan mengalami banyak kemajuan dan tidak akan pernah bosan lagi untuk latihan.
Thursday, August 18, 2016
Dua minggu lalu terasa lumayan sibuk di kantor karena lagi ada ISO audit dan juga harus menjadi koordinator presentasi kegiatan "Small Group Activities" yang memang sudah dipersiapkan selama kurang lebih 10 bulan. Wuuhh...akhirnya beres juga :-)
Ok kali ini saya akan membahas mengenai persiapan kita ketika harus mengiringi lagu menggunakan keyboard atau piano. Dulu (sudah lama sekali >20 thn) saya pernah mengiringi lagu dengan memainkan keyboard electone, dan pada dasarnya yang saya ingat adalah jika kita melakukan kesalah kecil pada saat bermain itu tidak apa-apa karena toh akan "tertutup" oleh paduan suaranya. Hmm...itu sekarang tentunya tidak boleh lagi menjadi sesuatu kebiasaan sehingga kita bisa semaunya bermain dengan sedikit kesalahan (toh tidak akan ketahuan dan tertutup oleh suara penyanyinya). Intinya tentu kita harus selalu bermain semaksimal mungkin dan diusahakan 100% benar. Setelah saya perhatikan beberapa kali, saya lihat bahwa seorang organis/pianis akan sedikit memainkan tuts secara "virtual" tanpa menekan tuts-nya, tepat sebelum mulai untuk mengiringi sebuah lagu, dan ini mungkin cukup efektiv untuk meyakinkan diri sendiri sekali lagi bahwa kita bisa mulai mengiringi dengan menekan tuts yang benar. Yang sudah pasti suara dari piano/keyboard yang kita mainkan otomatis akan lebih keras/terdengar ketika kita yakin sedang bermain dengan menekan tuts yang benar dan ini juga akan menambah rasa percaya diri untuk berikutnya ketika sedang bermain di muka umum :-)
Friday, July 15, 2016
Liburan lebaran tempo hari dapat cuti dari kantor sampai 1 minggu, eeh tahunya malah lupa latihan piano dirumah karena sering jalan-jalan bersama keluarga :-) Ya, ini sih ngak apa-apa, hanya menurut seorang guru piano, sebaiknya kita latihan keyboard/piano minimal sehari sekitar 30 menit untuk bisa mendapatkan kemajuan dalam proses bermain piano yang berarti. Hmm....ok saya juga akan coba atur waktu lagi, terutama ketika liburan, agar bisa tetap latihan minimal 30 menit setiap harinya,
ini juga yang sebaiknya menjadi catatan bagi rekan-rekan pemula yang baru belajar keyboard/piano ya :-)
Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai bagaimana caranya agar kita bisa menguasai tangan kiri dan kanan yang dapat bermain tanpa tergantung satu sama lainnya. Ya, ini pasti masalah yang paling besar ketika kita mulai belajar main keyboard/piano, tapi memang tidak ada pilihan lain dan kita perlu mempelajarinya ini.
Saya dulu pernah melihat di TV seseorang yang dapat menulis dua kalimat yang berbeda dengan tangan kiri dan kanan secara bersamaan, ini adalah suatu keajaiban! Sepertinya akan sangat sulit bagi kita jika mau mempunyai kemampuan seperti orang tersebut, walaupun latihan, ini tentunya akan sangat sulit karena pada dasarnya otak manusia berpikir secara "seri" dan bukan "paralel" (ini sih menurut saya loh). Jadi kita tidak mungkin berpikir dua hal berbeda secara bersamaan, sedangkan yang bisa dilakukan adalah berpikir secara bergantian dua hal yang berbeda pada saat yang hampir bersamaan. Jadi tidak perlu kawatir. Untuk dapat bermain piano, kita hanya perlu melatih dan "mambiasakan" otak kita berpikir bergantian dalam waktu yang hampir bersamaan. Kuncinya adalah penguasaan "pattern" dari musik yang akan selalu dimainkan bersamaan dengan "melodi"-nya. Apapun yang kita mainkan di piano, sebenarnya kedua tangan akan bermain secara "bersamaan" dan tidak untuk dipikirkan bahwa masing-masing tangan memainkan bagiannya sendiri. Jadi ada "ketergantungan" antara tangan kanan dan kiri dalam bermain piano, dan inilah yang kita latih :-)
ini juga yang sebaiknya menjadi catatan bagi rekan-rekan pemula yang baru belajar keyboard/piano ya :-)
Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai bagaimana caranya agar kita bisa menguasai tangan kiri dan kanan yang dapat bermain tanpa tergantung satu sama lainnya. Ya, ini pasti masalah yang paling besar ketika kita mulai belajar main keyboard/piano, tapi memang tidak ada pilihan lain dan kita perlu mempelajarinya ini.
Saya dulu pernah melihat di TV seseorang yang dapat menulis dua kalimat yang berbeda dengan tangan kiri dan kanan secara bersamaan, ini adalah suatu keajaiban! Sepertinya akan sangat sulit bagi kita jika mau mempunyai kemampuan seperti orang tersebut, walaupun latihan, ini tentunya akan sangat sulit karena pada dasarnya otak manusia berpikir secara "seri" dan bukan "paralel" (ini sih menurut saya loh). Jadi kita tidak mungkin berpikir dua hal berbeda secara bersamaan, sedangkan yang bisa dilakukan adalah berpikir secara bergantian dua hal yang berbeda pada saat yang hampir bersamaan. Jadi tidak perlu kawatir. Untuk dapat bermain piano, kita hanya perlu melatih dan "mambiasakan" otak kita berpikir bergantian dalam waktu yang hampir bersamaan. Kuncinya adalah penguasaan "pattern" dari musik yang akan selalu dimainkan bersamaan dengan "melodi"-nya. Apapun yang kita mainkan di piano, sebenarnya kedua tangan akan bermain secara "bersamaan" dan tidak untuk dipikirkan bahwa masing-masing tangan memainkan bagiannya sendiri. Jadi ada "ketergantungan" antara tangan kanan dan kiri dalam bermain piano, dan inilah yang kita latih :-)
Monday, June 13, 2016
Maaf, ini hanya sekedar "intermeso" saja, cerita berikut baru ada hubungannya dengan musik. Ketika acara dimulai (dimana saya ketemu teman lama saya itu...) ada organis yang memainkan sebuah lagu yang juga saya biasa mainkan pada saat latihan piano. Kebetulan pada saat itu, lagu tersebut juga mengiringi beberapa aggota yang bernyanyi, sehingga kalau saya perhatikan, organis tersebut hanya sedikit sekali memainkan melodi lagu, tapi banyak menggunakan chords yang diberi variasi dengan sangat cocok/bagus. Hal ini membuat saya cukup "terkesan", berhubung saya latihan lagu yang sama dengan menggunakan melodi + chords tapi koq tidak sebagus organis ini iramanya. Akhirnya saya menyadari bahwa bagian "improvisasi" saya yang belum ada/berjalan. Walaupun sudah menguasai berbagai macam chords beserta inversinya, tapi dimana "improvisasi' belum diterapkan, maka alunan melodi lagu terasa menjadi "kaku". Ya, ini yang memang saya masih pelajari sampai saat ini, dan saya benar-benar berusaha mengingat bagaimana organis ini membuat variasi dalam menyusun chords untuk dipakai sebagai bahan latihan piano nanti. Inti dari cerita ini adalah bahwa teknik bermain piano "instrumental" (tanpa ada yang menyanyi) agak berbeda dengan bermain piano untuk iringan, dan pengusaan kedua teknik ini yang akan membuat permainan kita bisa semakin berkembang.
Ok kali ini hanya sekedar "cerpen" (cerita pendek) diatas saja ya. Salam.
Wednesday, May 25, 2016
Kadang-kadang terasa jenuh juga dikerjaan, untungnya ini tidak datang terlalu sering dan latihan musik ternyata juga bisa membuat semangat bekerja timbul kembali :-) Ya, oleh karena itu maka saya kembali ke tema musik dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai istilah "Transpose" yang seringkali bisa kita lihat juga pada tombol di keyboard. Apa artinya "Transpose" ini? Sebenarnya ini adalah istilah jika kita mengganti nada dasar (tonic) pada sebuah lagu, contoh C=do menjadi A=do dst. Apakah ini perlu dilakukan? Ya, karena kadang-kadang iringan lagu terlalu tinggi/rendah untuk si penyanyi sehingga nada dasarnya perlu dirubah, ataupun untuk memperindah/variasi dalam memainkan sebuah lagu/musik. Bagaimana cara kita melakukan transpose ini? Pertama-tama catat dahulu semua chord pada lagu yang akan dimainkan, contohnya pada C=do, chord sebuah lagu adalah C-Dm-G-C-F-C, artinya ini adalah posisi I, II, V, I, IV, I. Jika ingin di "Transpose" menjadi A=Do maka pada posisi I, II, V, I, IV I adalah A-Bm-E-A-D-A, mudah bukan? Yang sulit adalah melakukannya ini dengan "spontan" ketika seseorang meminta kita melakukan "Transpose" dan ini memang perlu dilatih.
Sebaiknya jangan membiasakan melakukan transpose dengan menekan tombol yang ada di keyboard tapi coba lakukan sendiri dengan mengubah nada dasarnya karena itu akan membuat kita lebih menguasai teknik "Transpose" ini :-)
Dengan nada dasar yang berubah, maka keseluruhan not juga akan berubah posisinya. Contoh diatas adalah "Transpose" dari C=do ke F=do.
Sebaiknya jangan membiasakan melakukan transpose dengan menekan tombol yang ada di keyboard tapi coba lakukan sendiri dengan mengubah nada dasarnya karena itu akan membuat kita lebih menguasai teknik "Transpose" ini :-)
Tuesday, May 17, 2016
Sudah sebulan lebih saya belum sempat meng-update blog ini, maklum saja karena sebulan lalu itu benar-benar sibuk dikantor, sampai ada satu hari kita perlu meeting hingga jam 23:00 :-/. Tapi dengan doa, dorongan keluarga dan adanya "refreshing" melalui latihan musik, semuanya bisa berjalan lancar :-)
Untuk tema kali ini saya akan coba menjelaskan beberapa istilah musik yang biasanya sudah saya sebutkan sebagai grup I, II, III, IV, V, VI dan VII. Istilah-istilah ini dulunya cukup membingunkan saya sedangkan sebenarnya hanya istilah yang sangat mudah untuk dihafal. Coba perhatikan gambar di bawah ini :
Untuk tema kali ini saya akan coba menjelaskan beberapa istilah musik yang biasanya sudah saya sebutkan sebagai grup I, II, III, IV, V, VI dan VII. Istilah-istilah ini dulunya cukup membingunkan saya sedangkan sebenarnya hanya istilah yang sangat mudah untuk dihafal. Coba perhatikan gambar di bawah ini :
Apakah istilah musik ini perlu diketahui? Ya, sebenarnya perlu juga, mengingat jika seseorang meminta kita untuk memainkan lagu dengan mengatakan "Coba mainkan di Dominan dari C major", maka ini artinya kita perlu memainkannya di G. Atau "Supertonic dari C major", maka ini artinya Dm. Paling sering orang akan mengatakan "Coba mainkan akor-nya di tonic dahulu". Setelah kita hafal dengan penamaan ini, tentu saja akan sangat mudah untuk menentukan akor (chord) yang ingin dimainkan nantinya. Menarik adalah untuk penamaan VII sebagai "Leading Tone", mengingat posisi VII ini umumya akan mengembalikan nada ke I (Tonic).
Friday, April 1, 2016
Seperti rekan-rekan ketahui, saya sendiri belum ada "feeling" yang kuat untuk mengetahui di posisi mana (I, II, III...dst) lagu itu dimainkan, oleh karena itu beberapa tahapan dibawah ini ini adalah cara yang dapat digunakan oleh para pemula (termasuk saya he..he..) dalam "memetakan" notasi musik yang kita dengar :
- Cari chords lagu yang bersangkutan di internet => Ini penting mengingat kita belum bisa menemukan chords-nya sendiri secara utuh.
- Coba mainkan "block" chords tersebut dan melodi lagu kita nyanyikan dengan mulut => Ini untuk mengetahui apakah chords sudah sesuai dengan lagunya.
- Improvisasi chords dan masukkan melodi lagu pada chords => Untuk tahapan ini memang tidak mudah, tapi dengan latihan, kita bisa membentuk lagu akhirnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)






